Negara-negara Barat senantiasa melancarkan permusuhan terhadap Iran
pasca kemenangan Revolusi Islam. Betapa tidak, mereka kehilangan salah
satu antek terbaiknya yang digulingkan oleh rakyat Iran. Sejak itu,
Barat melancarkan berbagai aksi untuk menumbangkan Republik Islam Iran
yang baru seumur jagung. Negara-negara Barat terutama AS tidak
henti-hentinya melancarkan tekanan politik, ekonomi, militer dan
propaganda media pasca kemenangan Revolusi Islam.
Negara-negara Barat yang mengklaim sebagai pengusung demokrasi menuding
Republik Islam Iran sebagai pemerintahan yang tidak demokratis demi
menjustifikasi permusuhannya terhadap bangsa Iran. Padahal selama 34
tahun Iran telah menggelar sebanyak 10 pemilu presiden dan sejumlah
pemilu legislatif dengan partisipasi rakyat yang tinggi.
Pada saat yang sama, pemilu yang digelar di negara-negara Barat tidak
mendapat sambutan meriah dari rakyatnya sendiri. Selain itu, pemilu
presiden di negara-negara Barat semacam AS hanya melibatkan dua kubu,
partai Republik dan Demokrat. Sebaliknya di Iran setiap orang berhak
untuk mendaftarkan diri dengan antusiasme tinggi sebagai bakal calon
presiden, dan hanya yang memenuhi syarat saja yang dinyatakan lolos.
Hingga kini Barat senantiasa memaksakan parameter demokrasi Liberal
untuk menilai demokrasi di negara lain. Perbedaan model demokrasi di
Iran dan Barat menjadikan alasan bagi mereka untuk menyebut pemerintahan
Iran tidak demokratis. Padahal para pemikir Barat sendiri mengkritik
model demokrasi Liberal dan mengungkap cacatnya. Kritik paling keras
terhadap demokrasi Liberal di era modernisme dewasa ini adalah hilangnya
kekuatan rakyat sebagai pemegang kendali. Sebab kekuatan utama kendali
telah berpindah dari tangan rakyat ke tangan para Kapitalis melalui
mesin industri, finansial dan media mereka. Ketiga faktor itulah yang
mengendalikan laju demokrasi Barat.
Berbeda
dengan model demokrasi Liberal, Iran menerapkan model demokrasi religius
yang berpijak pada suara rakyat dan prinsip-prinsip agama. Di Iran,
aspek kebangsaan dan religiusitas bukan hanya tidak bertabrakkan, bahkan
saling melengkapi dan menyempurnakan.
Belum
genap dua bulan pasca kemenangan Revolusi Islam, partisipasi rakyat
kembali menunjukkan kekuatannya di Iran. Sebanyak 98 persen rakyat Iran
memilih Republik Islam dalam referendum yang digelar secara demokratis.
Gerakan rakyat ini merupakan yang pertama kali dan terbesar dalam
sejarah Iran. Fakta itu menunjukkan bahwa rakyat Iran memainkan peran
penentu sejak pertama kemenangan Revolusi Islam hingga kini. Jika
dibandingkan dengan revolusi-revolusi lainnya, bahkan di Barat sendiri
yang sering mengaku sebagai kampium demokrasi, referendum dengan tingkat
partisipasi rakyat yang sangat tinggi seperti di Iran tidak terjadi.
Tampaknya penentangan Barat, terutama AS yang dilakukan dalam berbagai
bentuk, dari tekanan sanksi hingga ancaman agresi militer terhadap Iran,
karena Revolusi Islam mengancam kepentingan ilegal mereka di kawasan
Timur Tengah. Ketika Barat menyebut keberadaan pemimpin agama di Iran
sebagai kelemahan paling mendasar demokrasi di negara itu, sebenarnya
mereka begitu khawatir terhadap pengaruh ulama yang sangat besar bukan
hanya di ranah agama tapi masuk ke sektor sosial dan politik. Berkat
persatuan nasional yang kokoh di bawah naungan pemimpin agama, Barat
gagal membenamkan cakarnya di Iran. Tidak hanya itu, Republik Islam Iran
kini menjadi kekuatan baru yang berhasil mengubah perimbangan kekuasaan
di kawasan, yang sebelumnya berada dalam cengkeraman Barat.
Keutamaan revolusi Islam Iran dibandingkan revolusi lainnya tampak dari
para pemimpinnya. Jika motif kebanyakan pemimpin gerakan revolusi
berpijak dari kepentingan ambisi politik dan aspek material, namun Imam
Khomeini memandang sebaliknya. Imam Khomeini memimpin revolusi dan
memasuki dunia politik karena menjalankan kewajiban agamanya. Dengan
demikian, bagi Imam Khomeini yang terpenting adalah menjalankan
kewajiban, tidak ada bedanya antara orang memuji maupun menghina atau
mengecamnya. Sikap politik Imam Khomeini berpijak dari keimanan yang
kokoh dan pengetahuan agama yang dalam disertai keluasan wawasan sosial
dan politiknya.
Imam Khomeini meyakini urusan politik
tidak terpisah dari agama. Beliau membangun pemerintahan Islam di Iran
dengan poros Wilayah al-Faqih. Marja Syiah ini menjadi tokoh ulama yang
menyusun teori Wilayah al-Faqih sekaligus menerapkannnya dalam tindakan.
Bagi Imam Khomeini, negara dan kekuasaan politik hanya alat untuk
mereformasi kehidupan masyarakat. Dengan mengikutinya diharapkan akan
terpenuhi kebutuhan material dan spiritual mereka.
Imam Khomeini berulangkali menegaskan legitimasi ilahi dan
akseptabilitas rakyat terhadap revolusi Islam dalam Wilayah al-Faqih.
Beliau memberikan perhatian khusus terhadap peran rakyat dalam
pemerintahan dan bentuk pemilihan para pemimpinnya. Imam Khomeini
berkata, "Di sini (Iran) suara rakyat yang memerintah. Bangsalah yang
memerintah. Mereka juga yang menentukan pemerintahan. Kita tidak
diperbolehkan untuk berkhianat terhadap rakyat."
Imam
Khomeini merupakan pemimpin khusus dalam revolusi yang juga khusus.
Seorang pembaharu dengan pemikiran yang mendunia. Beliau berbeda dengan
kebanyakan pemimpin kharismatik lainnya yang terbatas di lingkaran kecil
kelompok, suku, partai maupun kelas khusus saja.
Imam
memiliki pengaruh yang luas dan dalam di tengah masyarakat Iran, dunia
Islam serta bangsa-bangsa tertindas di dunia. Tom Fenton, seorang
jurnalis AS sebelum kemenangan revolusi Islam Iran pernah mewawancarai
Imam Khomeini di Prancis. Fenton menuturkan kesannya dalam pertemuan
dengan Imam Khomeini, "Ketawadhuan, kesederhanaan dan karisma tinggi
Imam Khomeini menjadikan beliau sebagai pemimpin paling transenden di
abad 20. Tanpa diragukan lagi beliau adalah tokoh dan pemimpin paling
berpengaruh sepanjang hidup saya sebagai jurnalis. Tokoh kharismatik dan
berpengaruh merupakan karakteristik utama beliau,". Pemikiran Imam
Khomeini dalam sejarah tetap lestari dan abadi hingga kini. Mungkin
inilah yang dimaksud Ayatullah Sayid Ali Khamenei, "Imam Khomeini sebuah
hakikat yang senantiasa hidup,". (IRIBIndonesia/PH)



